Sabtu, 16 April 2016

Scrawl 2

    Tutturu.....(ngambil kalimatnya Mayusi), halo lagi, baru nulis scrawl ga jelas eh..malah punya scrawl yang lain. Sebelumnya aku mau ngasih tau kalau aku suka nulis novel dan sudah ada beberapa yang aku tulis. Kira- kira ada 4 novel yang aku tulis dan semuanya belum ada yang jadi. Kenapa ada 4 novel tapi belum ada yang jadi? Yaaa...mungkin karena aku terlalu sering berhayal dan biasanya hayalan aku itu ku tulis jadi sebuah cerita. Kenapa belum jadi, itu karena aku selalu bingung dengan alur cerita yang aku tulis sendiri sampai akhirnya jadi pusing sendiri nulisnya.

    Nah, scrawl kali ini adalah prolog dari salah satu novelku yang belum jadi itu dan baru aku tulis beberapa menit yang lalu sebelum aku nulis ini. Ceritanya terinspirasi dari anime Steins Gate ya..tentang mesin waktu gitu deh, makanya aku make jargon "tutturu" yang diambil dari anime tersebut. (yang ga tau animenya nonton gih, seru loh, cocok buat kamu yang suku sci-fi)

     INGAT! ini cuma prolog dan berdasarkan paragraf satu di atas mungkin ceritanya ga bakal selesai. 

Karena baru di bikin jadi ga ada judulnya.


“Ma..ma..mama.., kenapa mama ninggalin Linda ma?” Air mata seorang gadis bernama Linda menetes membasahi nisan yang bertuliskan nama ibunya. Orang-orang berpakaian serba hitam yang mengerumuninya perlahan hilang menyisakan Linda yang sedang memeluk nisan ibunya sambil terus menangis. Ayahnya yang kurus dan tampak gembel berdiri di sampingnya dengan tatapan malu dan sangat bersalah.

“Nak, ayo kita pulang,” Ucap ayah Linda sambil menatap anaknya dengan mata yang berlinang. Linda tak sudi menatap wajah ayahnya. Karena menurutnya, ayahnya lah yang bertanggung jawab atas kematian mamanya.

“Ayo pulang nak, jangan menangis terus,” bujuk ayahnya agar Linda mau pulang.
“Bagaimana aku bisa tidak menangis, mama sudah tidak ada lagi yah, mau jadi apa keluarga kita tanpa mama? Siapa yang akan mencari uang buat kita? Siapa yang akan memasak buat makan malam? Siapa pah, siapa?” Teriak Linda dengan wajah dibanjiri air mata menatap penuh tangis ke orang yang dia panggil ayah.
 “Kita fikirkan itu di rumah nanti, ya. Sekarang ayo pulang,” sekali lagi ayahnya membujuknya untuk pulang karena hari sudah mulai senja.
“Nanti? Ayah fikir kenapa mama meninggal, karena ayah! Karena ayah yang pemalas dan gak bisa apa-apa memaksa mama bekerja keras untuk mencari nafkah. Mama bekerja keras demi kita sampai......sampai...ma...ma,” Linda tak sanggup menahan tangisnya, air mata terus mengalir membanjiri pipinya. Ayahnya terdiam seribu bahasa,tak sanggup berucap.

Awan hitam yang menutupi sinar mentari sore menyaksikan kesakitan Linda dan kesakitan ayahnya yang jauh lebih tersiksa. Bagaimana tidak, istrinya meninggal dan anaknya membencinya. Entah bagaimana bentuk hati ayah Linda yang seakan tercabik oleh cakar harimau. Dengan pasrah sang ayah pergi meninggalkan anaknya yang terus-menerus memeluk nisan ibunya. “Ayah pulang duluan, nak. Cepatlah pulang.” Ayah Linda pun berlalu meninggalkannya.

Linda pulang ke rumahnya yang bobrok di pinggiran kota. Berusaha tegar saat bertemu ayahnya juga ingin meminta maaf karena telah mengatakan kalimat yang menyakiti hati ayahnya. Karena bagaimanapun, ayahnya adalah satu-satunya keluarga yang dimilikinya saat ini.

“A...aaa...ayah, AYAH!!!” Teriak Linda menggema dalam rumahnya yang bobrok. Tampak sosok laki-laki tak bernyawa tergantung di tengah rumahnya, laki-laki yang tak lain adalah ayah Linda. Entah apa yang dirasakan Linda setelah kehilangan ibunya kini ia juga kehilangan ayah. Sudah tak ada lagi air mata untuk menangisi hidupnya yang sangat menyedihkan ini. Dengan fikiran yang kacau Linda pergi ke dapur, mengambil sebuah pisau dan menusuk jantungnya dengan pisau yang digenggamnya. TAMAT


Eiiittt...belum tamat kok, jad setelah si Linda mau nusuk dirinya pake pisau datang dua orang ilmuan nawarin Linda buat pergi ke masa lalu, saat ayahnya yang ga lulus kuliah karena males-malesan. Misi Linda adalah mengubah sifat ayahnya agar menjadi rajin dan membuat masa depan keluarganya jadi indah. Tapi pasti banyak tantangan yang harus di hadapi Linda. *baru sampai situ doang.

END of SCRAWL 2. 

Scrawl 1

   Haloo...Ini pertama kalinya aku punya blog jadi masih agak kurang ngerti gimana cara kerjanya, hehe...
   Sesuai dengan judulnya "My Scrawl" blog ini aku bikin cuma buat nulis scrawl-scrawl aku yang ga jelas doang. Jadi, ga ada niat bikin ini blog buat diliat orang atau disukai orang. Tapi kalau ada yang suka ya... terima kasih banget, hehehe.
   Oke, untuk scrawl aku yang pertama sekaligus buat perkenalan, aku bakal nulis puisi yang ga ada seninya dan dibuat cuma karena tugas dari guru. Silahkan dipahami......




PERASAAN WAKTU
by: Firn


Andai waktu punya perasaan
Ku kan memohon diberi kesempatan
Hingga terbalas kesalahan
Mati dengan kebanggaan
Akan membawa kehangatan
Dalam kubur penyesalan

                                  Fadihat-fadihat kehidupan
                                  Ingin rasa ku ubah menjadi fadilat kemakmuran
                                  Rasa haus akan godaan
                                  Demi Tuhan akan ku singkirkan
                                  Akan ku jadikan penerang
                                  Untuk masa depan yang gemilang
                                  Sekali lagi aku memohon perasaan sang waktu

Rubah hidupku yang gelandangan
Ijinkan aku mengecap ilmu kehidupan
Falah yang hilang akan ku rebut dengan perjuangan
Aku tau waktu tak punya perasaan
Namun harus ku paksakan
Ingin ku hidup dengan asa tak terbantah waktu


      Salam kenal, ya, jadi seperti itulah namaku. Tapi aku bakal lebih senang kalau dipanggil Firn aja.
      Semoga puisi di atas bermanfaat, paling tidak bisa mengerti apa maksud puisi yang ga jelas di atas.