Nah, scrawl kali ini adalah prolog dari salah satu novelku yang belum jadi itu dan baru aku tulis beberapa menit yang lalu sebelum aku nulis ini. Ceritanya terinspirasi dari anime Steins Gate ya..tentang mesin waktu gitu deh, makanya aku make jargon "tutturu" yang diambil dari anime tersebut. (yang ga tau animenya nonton gih, seru loh, cocok buat kamu yang suku sci-fi)
INGAT! ini cuma prolog dan berdasarkan paragraf satu di atas mungkin ceritanya ga bakal selesai.
Karena baru di bikin jadi ga ada judulnya.
“Ma..ma..mama..,
kenapa mama ninggalin Linda ma?” Air mata seorang gadis bernama Linda menetes
membasahi nisan yang bertuliskan nama ibunya. Orang-orang berpakaian serba
hitam yang mengerumuninya perlahan hilang menyisakan Linda yang sedang memeluk
nisan ibunya sambil terus menangis. Ayahnya yang kurus dan tampak gembel
berdiri di sampingnya dengan tatapan malu dan sangat bersalah.
“Nak, ayo kita pulang,” Ucap ayah Linda sambil
menatap anaknya dengan mata yang berlinang. Linda tak sudi menatap wajah ayahnya.
Karena menurutnya, ayahnya lah yang bertanggung jawab atas kematian mamanya.
“Ayo pulang nak, jangan
menangis terus,” bujuk ayahnya agar Linda mau pulang.
“Bagaimana aku bisa tidak menangis, mama sudah
tidak ada lagi yah, mau jadi apa keluarga kita tanpa mama? Siapa yang akan
mencari uang buat kita? Siapa yang akan memasak buat makan malam? Siapa pah,
siapa?” Teriak Linda dengan wajah dibanjiri air mata menatap penuh tangis ke
orang yang dia panggil ayah.
“Kita
fikirkan itu di rumah nanti, ya. Sekarang ayo pulang,” sekali lagi ayahnya
membujuknya untuk pulang karena hari sudah mulai senja.
“Nanti? Ayah fikir kenapa mama meninggal, karena
ayah! Karena ayah yang pemalas dan gak bisa apa-apa memaksa mama bekerja keras
untuk mencari nafkah. Mama bekerja keras demi kita
sampai......sampai...ma...ma,” Linda tak sanggup menahan tangisnya, air mata
terus mengalir membanjiri pipinya. Ayahnya terdiam seribu bahasa,tak sanggup
berucap.
Awan hitam yang menutupi sinar mentari sore
menyaksikan kesakitan Linda dan kesakitan ayahnya yang jauh lebih tersiksa.
Bagaimana tidak, istrinya meninggal dan anaknya membencinya. Entah bagaimana
bentuk hati ayah Linda yang seakan tercabik oleh cakar harimau. Dengan pasrah
sang ayah pergi meninggalkan anaknya yang terus-menerus memeluk nisan ibunya. “Ayah
pulang duluan, nak. Cepatlah pulang.” Ayah Linda pun berlalu meninggalkannya.
Linda pulang ke rumahnya yang bobrok di pinggiran
kota. Berusaha tegar saat bertemu ayahnya juga ingin meminta maaf karena telah
mengatakan kalimat yang menyakiti hati ayahnya. Karena bagaimanapun, ayahnya
adalah satu-satunya keluarga yang dimilikinya saat ini.
“A...aaa...ayah, AYAH!!!” Teriak Linda menggema
dalam rumahnya yang bobrok. Tampak sosok laki-laki tak bernyawa tergantung di
tengah rumahnya, laki-laki yang tak lain adalah ayah Linda. Entah apa yang
dirasakan Linda setelah kehilangan ibunya kini ia juga kehilangan ayah. Sudah
tak ada lagi air mata untuk menangisi hidupnya yang sangat menyedihkan ini.
Dengan fikiran yang kacau Linda pergi ke dapur, mengambil sebuah pisau dan
menusuk jantungnya dengan pisau yang digenggamnya. TAMAT
Eiiittt...belum tamat kok, jad setelah si Linda mau nusuk dirinya pake pisau datang dua orang ilmuan nawarin Linda buat pergi ke masa lalu, saat ayahnya yang ga lulus kuliah karena males-malesan. Misi Linda adalah mengubah sifat ayahnya agar menjadi rajin dan membuat masa depan keluarganya jadi indah. Tapi pasti banyak tantangan yang harus di hadapi Linda. *baru sampai situ doang.
END of SCRAWL 2.